Anda tidak menemukan apa yg anda cari? Cobalah Google Custom Search!

Custom Search

Valentine Dan Bunga Mawar  

Posted by Romy in

Tanggal 14 Februari, oleh sebagian kalangan disebut sebagai hari kasih sayang. Pada tanggal tersebut, orang beramai-ramai mengungkapkan rasa kasihnya kepada orang yang disayangi, baik pacar, pasangan suami istri, orang tua, atau kepada siapa pun yang dianggap spesial.

Sebenarnya, asal mula hari valentine itu diambil dari peristiwa yang dialami oleh seorang pendeta bernama Santo Valentine. Pada masa itu, seorang kaisar di jaman Romawi bernama Kaisar Claudius II, karena merasa jika orang menikah bisa menurunkan semangat berperang membela negara-sebab selalu memikirkan keluarga-kemudian melarang orang menikah. Namun, kemudian ada seorang pendeta yang diam-diam menentang kebijakan ini. Pendeta yang bernama Santo Valentine tersebut justru sering menikahkan banyak pasangan sembunyi-sembunyi.

Namun, hal ini tercium oleh sang kaisar. Karena itu, Santo Valentine ditangkap dan akhirnya dibunuh pada tanggal 14 Februari. Karena kejadian inilah, kemudian beberapa ratus tahun kemudian, momen tersebut diabadikan sebagai hari kasih sayang, demi mengenang jasa Santo Valentine yang rela berkorban.

Seiring berkembangnya jaman, hari kasih sayang ini terus diperingati oleh berbagai kalangan. Cara mengungkapkan kasih sayang pun menjadi berkembang. Mulai dari memberi bunga, kartu, hingga jaman telepon seluler, orang beramai-ramai menggunakan SMS (Short Message Service). Namun, hingga kini, yang paling populer untuk mengungkapkan rasa sayang adalah bunga.

Tapi, tahukah Anda apa sebenarnya makna dari bunga yang diberikan? Bunga mawar selama ini dianggap sebagai bunga yang paling tepat untuk diberikan pada yang terkasih karena ternyata arti dari mawar atau rose adalah ucapan 'I Love You'. Namun, tak hanya itu. Warna dari bunga mawar pun mengandung arti. Merah berarti cinta dengan respek yang tinggi. Kuning berarti kebebasan atau fleksibilitas. Kemudian warna merah jambu berarti terima kasih dan rasa syukur yang mendalam. Terakhir, warna putih mengandung makna ketulusan cinta dan kepedulian.

Bagaimana dengan bunga yang lain? Ternyata juga mengandung sejumlah arti pula. Bunga gladiol berarti 'sedang patah hati', bunga lily berarti 'keinginan untuk memperbaiki hubungan', bunga violet berarti 'tidak bisa kuterima cintamu.' Jadi, sudah tepatkan bunga yang Anda berikan pada hari Valentine ini?

Doa untuk Putraku By Jenderal Douglas MacArthur  

Posted by Romy in

Doa untuk Putraku



Tuhanku...

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.

Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.

Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.

Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.



Tuhanku...

Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.



Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah

namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya...

Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.



Tuhanku...

Berilah ia kerendahan hati...

Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...

Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"

Hidup adalah pilihan !  

Posted by Romy in

Hidup adalah pilihan ! Memang ada banyak pilihan hidup di dunia ini, namun jika kita mengerti kodrat kita sebagai manusia yang jelas-jelas ciptaan-Nya paling tinggi dan mulia - maka pilihan kita cuma satu : menjadi manusia luar biasa, manusia dahsyat, yang dalam bahasa saya disebut : XO person - eXtraOrdinary person ! Seperi dikatakan James Rohn (salah satu tokoh pengembangan diri yang luarbiasa) : tugas kita di dunia cuma bertumbuh, sukses, sejahtera dan bahagia selama di dunia. Inilah kriteria manusia super normal, extraordinary !

Stephen Covey sendiri mengatakan bahwa karunia terbesar manusia dari Tuhan adalah free will to choose. Kehendak bebas untuk memilih ! Maka kini gunakan segera karunia itu, gunakan kehendak bebas untuk memilih. Dan pilihannya cuma satu : be XO (eXtraOrdinary). Jika demikian halnya, kenapa lebih banyak orang kurang sukses bahkan sama sekali gagal dalam hidupnya ? Ada beberapa jawaban mendasar untuk itu :

Pertama, sedikit sekali orang yang menggunakan kehendak bebasnya untuk sukses dan menjadi super normal. Banyak orang "ingin" sukses dalam hidupnya, namun sedikit orang yang "memilih" untuk sukses. Menginginkan dan memilih, sungguh dua kata dan terminologi yang mutlak berbeda. Ingin, bisa jadi sekadar kepengin, membayangkan, namun cenderung tetap tinggal dalam angan-angan dan mimpi kosong. Sedangkan memilih, sudah melibatkan segenap komitmen, sikap, tekad, dan totalitas jiwa-raga untuk sukses. Ekstrimnya, darah pun telah disiapkan untuk menghidupi sebuah pilihan.

Kedua, adanya mindset yang salah dalam menjalani kehidupan ! Butir kedua ini akan dibahas lebih mendalam, sebab demikian banyak kesusahan, kesemwrawutan, dan kesimpang-siuran kehidupan berawal dari mindset yang salah ini. Baiklah, saya mulai dengan frase berikut :

Hampir semua orang ingin kaya !

Perhatikan di sekeliling kita ! Di toko buku, di ruang seminar atau pelatihan, iklan, dan banyak lagi lainnya - mata dan benak kita dijejali oleh kata serta terminologi "kaya, kaya, dan kaya". Artinya, ada sekian banyak buku, wacana, dan berbagai kegiatan lain yang mempromosikan, mengajarkan, mengkampanyekan "bagaimana kita menjadi kaya ?" Lebih konkretnya, semua cara dan metode menjadi kaya itu terkait langsung dengan "uang, uang dan uang !"

Ada yang lebih dahsyat lagi, sebagian pihak malah menjejali mata dan benak kita dengan "bagaimana menjadi kaya dengan cepat !". Dosakah menjadi kaya ? Salahkah mempunyai banyak uang dan harta ? Sama sekali tidak. Tapi sekian banyak kampanye tentang menjadi kaya dan segala sesuatu menyangkut kekayaan, bisa membuat kita misleading, disorientasi dalam menjalani kehidupan dan fungsi hidup kita.

Padahal, kalau bicara soal menjadi kaya (dengan cepat), ada isyarat dari Aidil Akbar Madjid (Chairman IAFRC-Indonesia, Senior Partner Pavillion Wealth Management) yang menyimpulkan soal ini dari buku Burton Malkiel - dari semua kiat yang diberikan - menjadi kaya itu cuma terangkum dalam dua kata : disiplin dan kesabaran (Kontan, No. 46, Tahun X, 21 Agustus 2006).

Maka, kalau diperhatikan, setidaknya ada dua gejala besar dalam kehidupan masyarakat kita belakangan ini; a) Gejala dan gerakan yang gerah dari sebagian (bahkan mungkin mayoritas) masyarakat yang ingin (cepat) kaya, dan b) Gejala masyarakat yang mengalami kekecewaan akibat keinginannya untuk menjadi kaya (dengan cepat) sulit terpenuhi. Para peserta seminar, pelatihan, atau mereka yang membaca buku-buku praktis menjadi kaya dan banyak uang - ketika harus mempraktekkannya dalam kehidupan nyata mereka masing-masing - justru sering kebingungan dan mengalami disorientasi.

Jadi dewasa ini, khususnya masyarakat di Indonesia - mengarah pada apa yang saya sebut sebagai "the disoriented society " - "masyarakat hilang arah". Parahnya, itu semua terjadi di tengah kehidupan yang semakin pengap dan susah. Kaya (dengan cepat) susah dicapai, mengalami kejenuhan, kebingungan, dan akhirnya demotivasi. Ketika itu terjadi, fungsi hidup keseharian mereka akhirnya malah amburadul. Hidup dalam angan-angan, mimpi kosong - persis orang yang hidup dibuai fatamorgana dan ilusi obat psikotropika.

Untuk itu kita perlu menghayati terlebih dulu sebuah proses kehidupan yang telah berlangsung bukan hanya berabad-abad lamanya, namun abadi sifatnya. Seperti sungai mengalir dari hulu ke hilir dan akhirnya bermuara di samudra lepas. Seperti proses dari yang awal menuju akhir. Maka dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah, ada sebuah proses yang bergerak dari "kondisi sejati" menuju "konsekuensi logis".

Kondisi sejati adalah hulu, awal. Konsekuensi logis adalah hilir, akhir. Konsekuensi logis sekadar sebuah kondisi yang akan dan pasti terjadi, jika kita telah melakukan atau melaksanakan (kondisi) yang sejati. Contoh sederhana, jika kita "makan", maka kita akan dan pasti "kenyang". Bila kita "merampok", maka kita akan "masuk penjara". Keadaan kenyang dan masuk penjara inilah yang disebut sebagai konsekuensi logis.

Bagi seorang atlit, konsekuensi logisnya adalah hadiah, uang, ketenaran, atau piala kejuaraan. Ketika seseorang menjadi atlit atau "juara sejati", maka hadiah atau uang akan datang dengan sendirinya. Pelajar sejati, maka konsekuensi logisnya adalah peringkat, nilai baik, kelulusan, dan seterusnya. Maka yang perlu lebih dulu dikejar adalah bagaimana menjadi atlit, pelajar atau profesi lain apapun yang "sejati". Ketika kondisi sejati itu telah dicapai, maka segenap konsekuensi logis akan dan pasti datang dengan sendirinya.

Cuma celakanya, jaman dan masyarakat modern memutarbalikkan proses kehidupan abadi itu. Hampir setiap upaya kehidupan ditujukan lebih dulu untuk mengejar konsekuensi logis, bukan yang sejati. Di dunia olah raga - pelatih, manajer, club, cenderung mendorong atlit untuk lebih dulu mengejar hadiah atau uang, bukannya mendorong atlitnya untuk lebih dulu menjadi atlit atau juara sejati.

Di dunia pendidikan - orang tua, guru bahkan sekolah serta perguruan tinggi, cenderung mendorong siswa dan mahasiswanya untuk lebih dulu mengejar nilai atau kelulusan sebagai konsekuensi logis, bukannya menjadi pelajar sejati. Di dunia politik, para pemimpin negeri lebih memilih mengejar dulu konsekuensi logis, yakni kekuasaan - dibanding untuk memprioritaskan menjadi pemimpin sejati.

Hampir semua dimensi kehidupan diperlakukan secara salah-kaprah seperti itu. Akibatnya, terjadi banyak disorientasi kehidupan. Demi semua konsekuensi logis, segala cara digunakan. Atlit melakukan doping, pelajar membeli soal ujian, joki, dan lainnya. Mental sudah rusak lebih dulu. Namun itulah ironi kehidupan, biasanya upaya-upaya semacam itu sangat digemari, serba instan, melupakan yang sejati.

Perlu ditegaskan lagi perbedaan antara "kesejatian" dengan "konsekuensi logis" ini. Kesejatian wajib dikejar lebih dulu, dan "konsekuensi logis" - apapun bentuknya - akan datang mengiringi. Jangan dibalik, konsekuensi logis dikejar lebih dulu. Jika ini yang terjadi, maka berlakulah tuah "jemari menunjuk bulan" - bukan bulan yang kita pandang, melainkan jari jemari kita sendiri. Kita tak pernah melihat dan sampai ke bulan, sungguh sebuah kehilangan besar dalam sebuah kehidupan.

Kerancuan menentukan "mana lebih dulu" : kesejatian atau konsekuensi logis - hanya akan menimbulkan banyak "penderitaan, kekecewaan, keberhasilan sesaat, demotivated dan pecahnya kepribadian". Inilah yang dimaksud dengan membalik "proses kehidupan". Dan biasanya, di sinilah kita sering terjebak. Kita, sadar atau tidak lebih suka mengejar lebih dulu berbagai konsekuensi logis.

Baiklah, jatuhkan segera pilihan Anda untuk : 1) sukses, 2) sukses, dan 3) sukses ! Selanjutnya, change your mindset : kejar dulu "kesejatian" hidup Anda, tak peduli siapa dan sebagai apa pun Anda saat ini. Jadilah lebih dulu manusia sejati, XO person ! Uang, kekayaan, nama besar, dan seterusnya hanyalah konsekuensi logis - yang akan datang dengan sendirinya. Jangan semua konsekuensi logis itu dulu yang dikejar. Ketika Anda sudah mampu merubah mindset, kehidupan Anda akan berubah drastis. So, be XO first and then you get rich ! Itu sudah pasti ! Pada kesempatan mendatang, saya akan berbagai tentang metode, kiat serta teknik-teknik lebih konkret untuk menjadi XO person !

Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas  

Posted by Romy in


Dalam daftar orang terkaya di Amerika baru-baru ini, terselip dua nama yang cukup fenomenal. Masih muda, usianya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar. Nama kedua orang itu adalah Larry Page dan Sergey Brin. Mereka adalah pendiri Google, situs pencari data di internet paling terkenal saat ini.

Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang.

Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek tersebut. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet.

Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.

Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google akan sesukses sekarang. Kedua orang yang terlahir dari keluarga ilmuwan – ayah Sergey adalah doktor matematika, sedangkan Larry adalah putra almarhum doktor pertama komputer di Amerika – ini memang hanya berangkat dari sebuah masalah sederhana. Mereka berusaha memecahkan masalah tersebut, dan berbagi dengan orang lain. Namun, justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan, dikunjungi lebih dari 300 juta orang perhari. Diterjemahkan dalam 88 bahasa dengan nilai saham mencapai lebih dari 500 dolar AS per lembar, membuat sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal tersebut nampak dari contoh kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin di atas. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.

Steve Jobs : Antara seni dan Visi  

Posted by Romy in


Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar - selain visinya ke depan - yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah "John" Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett - presiden Hewlett Packard - untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal - meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini," sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan "diusir" dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

Waspadai "Virus" Yang Mematikan Potensimu  

Posted by Romy in


Satu minggu yang lalu anak saya melaporkan bahwa komputernya tidak bisa digunakan lagi. Setelah diperiksa ternyata kena virus. Akibatnya, walaupun seluruh komponen (hardware) komputer tidak ada yang rusak, tetapi karena kena ‘virus' maka tidak dapat berfungsi alias macet. Virus telah mengakibatkan komputernya gagal berfungsi dengan benar.

Demikian juga ada banyak orang yang gagal bukan karena tidak memiliki potensi untuk berhasil, karena pada dasarnya Tuhan telah memberikan banyak potensi dalam diri setiap orang. Tetapi karena kemasukan ‘virus', seringkali potensi-potensi besar yang terpendam tidak bisa muncul.

Salah satu virus yang paling mematikan yaitu virus mencari-cari alasan. Orang yang terkena virus ini akan mempunyai 1001 macam alasan untuk menyatakan mengapa mereka tidak berhasil. Itulah yang membedakan orang berhasil dan gagal. Orang yang gagal tidak akan kemana-mana dan tidak mempunyai rencana untuk kemana-mana karena ia selalu mempunyai setumpuk alasan di dalam hidupnya.

Perhatikanlah hidup orang sukses, maka kita akan melihat bahwa mereka tidak menyediakan alasan untuk tidak berusaha mengatasi kegagalan dalam hidupnya. Orang sukses adalah mereka yang sudah pernah berkali-kali mengalami kegagalan tetapi tidak menjadikan kegagalannya sebagai alasan untuk tidak bangkit dan maju lagi.

Presiden Abraham Lincoln adalah salah satu contohnya. Ia lahir dari keluarga miskin dan hidupnya penuh dengan kegagalan, tetapi akhirnya dia berhasil menjadi presiden Amerika. Berikut ini adalah daftar kegagalannya:
1831 - Bangkrut dalam usahanya
1832 - Kalah dalam pemilihan lokal
1833 - Kembali mengalami kegagalan dalam usahanya
1835 - Istrinya meninggal dunia
1836 - Ia mengalami stress & menderita tekanan mental sehingga hampir saja
masuk rumah sakit jiwa
1837 - Kalah dalam lomba pidato
1840 - Gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika
1842 - Kalah untuk duduk sebagai anggota kongres Amerika Serikat
1848 - Kalah lagi di kongres
1855 - Kalah lagi di senat Amerika Serikat
1856 - Gagal dalam pemilihan Wakil Presiden Amerika Serikat
1858 - Gagal lagi di senat Amerika Serikat
1860 - Akhirnya berhasil terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat

James T. Adam berkata bahwa, "Lincoln menjadi besar bukan karena dilahirkan di pondok kayu, tetapi karena dia berhasil keluar dari pondok kayu".

Contoh lainnya adalah Lance Amstrong yang menderita sakit kanker prostat, tetapi ia bisa menjuarai balap sepeda Tour de France lima kali berturut-turut. Mengapa? Karena ia tidak menjadikan sakit kanker prostatnya sebagai alasan untuk tidak berjuang lagi.

Seperti penyakit lainnya, virus mencari-cari alasan akan menjadi semakin buruk bila tidak ditangani dengan baik. Ia akan menggerogoti kehidupan seseorang sampai akhirnya tidak berfungsi lagi. Karena itu jika selama ini Anda termasuk orang yang suka mencari-cari alasan, ubahlah sikap Anda. Jangan suka mencari-cari alasan lagi, tapi sebaliknya carilah jalan keluar dengan pertolongan Tuhan. Bangkitlah dari kegagalan karena kegagalan hanyalah merupakan batu loncatan menuju keberhasilan. Selamat meraih kesuksesan!

Gagal, Gagal Dan Berhasil?  

Posted by Romy in


Berapa kali Anda mengalami kegagalan dalam hidup?
Kisah nyata berikut semoga bisa menginspirasi Anda untuk tetap bersemangat mewujudkan semua impian Anda.

Pada tahun 1831 ada seorang pemuda yang mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Setahun kemudian ia kalah dalam pemilihan dewan tingkat lokal. Tahun berikutnya ia kembali mengalami kebangkrutan. Kemudian dua tahun selanjutnya istrinya meninggal. Setahun kemudian ia hampir masuk rumah sakit jiwa. Kemudian pada tahun 1837 ia kalah dalam sebuah kontes pidato. Lantas, tiga tahun berikutnya ia kalah dalam pemilihan anggota senat, ia juga kembali kalah untuk duduk sebagai dalam kongres pada tahun 1842. Ia gagal lagi saat mencoba pada tahun 1848 dan 1855.

Tapi ia terus maju dan kembali gagal saat mencalonkan diri jadi wakil presiden pada tahun 1856. Saat mencoba masuk senat pada 1858 ia kalah lagi. Tapi, dengan keyakinan kuat, ia akhirnya justru jadi presiden pada tahun 1860.

Orang yang tak kenal putus asa itu adalah Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat.

Software Penangkal Pornografi  

Posted by Romy in


Peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk membatasi pornografi di dunia maya dianggap beberapa kalangan kurang efektif. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar bisa membendung dampak negatif pornografi ini. Salah satunya, dengan membuat sebuah software penangkal pornografi yang dilakukan oleh Ahlul Fahrezi.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gajah Mada (MIPA UGM) ini mengklaim telah mampu membuat piranti lunak yang bisa mengenali kata kunci untuk menuju ke berbagai hal berbau pornografi. Program tersebut adalah pengembangan site blocker yang juga sudah pernah dibuatnya. Jika dulu ia hanya mampu memblokir situs yang nama domainnya dimasukkan secara lengkap pada daftar piranti lunak, kini programnya sudah lebih canggih. "Jika sebelumnya software temuan saya hanya bisa memblokir situs porno melalui pemblokiran domain-domain situs porno, saat ini sudah mampu memblokir situs porno melalui pemblokiran kata kunci," sebut Ahlul.

Lebih lanjut dia mengatakan, bentuk sistem pemblokiran situs porno ada dua macam, yaitu sistem blok domain dan sistem blok filter kata. Menurut Ahlul, dengan sistem kata kunci ini, nantinya akan lebih banyak domain situs porno yang bisa langsung diblokir tak bisa diakses. "Saat ada kata yang berbau pornografi dimasukkan dalam search, maka tidak bisa diakses dan koneksinya langsung mati," terangnya

Ia juga berpromosi jika menggunakan site blocker, pihak warnet (warung internet) akan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap pengunjung warnetnya selama berselancar di internet. Sebab, hanya dengan satu kali klik kata, secara otomatis site blocker akan melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang tersimpan pada database.

Inovasi Ahlul yang juga pernah menerima Anugerah Youth National Science and Technology Award dari Menpora tahun 2006 silam ini memang patut diacungi jempol. Tentunya, diharapkan, temuannya akan bisa mencegah dampak negatif berkepanjangan dari adanya pornografi di internet. Semoga.

Lakshmi Mittal dan Perjuangan Dunia Ketiga  

Posted by Romy in


Lakshmi N Mittal (56), pendiri konglomerasi baja Mittal Steel Inc, boleh jadi hanya salah satu dari jutaan warga India perantauan yang sukses membangun peruntungannya di negeri orang. Tetapi, bagi banyak kalangan, ia sekaligus menjadi simbol perjuangan dan kemenangan melawan kemapanan dan arogansi nilai-nilai kultur bisnis Eropa.

Siapa yang tak kenal Lakshmi Mittal? Tahun lalu majalah Forbes menempatkan pemilik perusahaan baja terbesar dunia ini sebagai orang terkaya nomor tiga setelah Bill Gates dan Warren Buffett, dengan nilai kekayaan mencapai 25 miliar dollar AS. Ini lompatan dramatis karena tahun sebelumnya ia masih urutan ke-63.

Sebagai orang terkaya di Inggris (versi Sunday Times Rich List), gaya hidup dan kiprah Mittal juga banyak disorot media massa. Mansion megahnya di Kensington Palace Gardens—daerah permukiman elite bekas tempat tinggal Putri Diana di London—beberapa kali diulas oleh media setempat.

Ia membeli rumah megah yang memiliki 12 kamar dengan garasi muat 20 mobil itu dari mantan pembalap Formula One, Bernie Ecclestone, tahun 2004. Dengan harga 128 juta dollar AS, rumah yang pernah ditinggali Paul Reuter (pendiri kantor berita Reuters) ini menjadi rumah pribadi termahal yang pernah ada di dunia, mengalahkan rumah orang terkaya mana pun.

Pada tahun yang sama, ia juga menjadi berita utama berbagai surat kabar dunia ketika tanpa ragu membelanjakan 65 juta dollar AS untuk pesta perkawinan putrinya, Vanisha, yang digelar di beberapa tempat paling bergengsi di Perancis, termasuk pesta pertunangan di Tuileries Gardens di Paris, opera dan resepsi di istana raja di Versailles, konser Kylie Minogue dan makan malam di Vaux le Vicomte Chateau. Mittal mendadak jadi selebritas dunia. Padahal, 30 tahun lalu ia bisa dibilang bukan siapa-siapa.

Migrasi ke Indonesia

Sudah banyak media mengangkat kisah hidup Mittal—yang sebelumnya juga pernah terlibat dalam skandal politik karena donasinya kepada Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Inggris Tony Blair—digambarkan sebagai gembel yang bermetamorfosis menjadi miliarder.

Pergulatan gigihnya untuk mengakuisisi Arcelor—perusahaan baja terbesar di Eropa yang bermarkas di Luksemburg—menempatkannya sebagai pesakitan di mata para tokoh bisnis dan politisi Eropa yang masih mengagung-agungkan nilai-nilai lama Eropa dan cenderung diskriminatif terhadap ras luar.

Siapa sangka. Mittal yang kini mempekerjakan 224.000 karyawan dan memiliki ratusan perusahaan yang tersebar di empat benua berasal dari sebuah keluarga sangat miskin. Ia lahir dan tumbuh besar di Sadulpur, kota kecil di Negara Bagian Rajasthan, India.

Di rumahnya yang sempit dan hanya berlantai ubin, tinggal 20 anggota keluarga besar Mittal. Mereka tidur berjejalan di atas tempat tidur tali dan memasak di tungku bata di luar rumah.

Nasib keluarga dari kasta Marwari—di India biasanya menjadi pedagang atau rentenir—ini baru membaik setelah mereka pindah ke Calcutta dan ayah Lakshmi Mittal, Mohan Mittal, menjadi mitra pada sebuah perusahaan baja lokal.

Lakshmi Mittal bergabung dalam perusahaan ini setamatnya dari St Xavier’s College, tetapi kemudian memutuskan untuk memulai usahanya sendiri setelah pertengkaran dengan ayah dan saudara-saudaranya.

Mittal membangun kekaisaran bisnisnya benar-benar dari bawah dan termasuk salah satu miliarder yang paling cepat mendulang kesuksesan. Lakhsmi, nama depan Mittal, sendiri diambil dari nama dewi kesejahteraan dalam kepercayaan Hindu.

Di Indonesia

Yang orang tidak banyak tahu, sebelum berimigrasi ke Inggris, ia sudah terlebih dahulu mencoba peruntungan di Indonesia pada tahun 1976, tepatnya di Surabaya, di mana ia membangun perusahaan pertamanya yang di kemudian hari menjadi cikal bakal Mittal Steel, Ispat Indo.

Kalangan analis melihat strategi akuisisi yang penuh perhitungan dan disiapkan dengan sangat matang sebagai kunci sukses Mittal Steel. Namun, di mata lawan bisnis Mittal—seperti Guy Dolle, CEO Arcelor—Mittal tak lebih hanya burung nasar, "operator kelas bawah" yang menspesialisasikan diri membeli perusahaan-perusahaan rongsokan dengan harga murah.

Mittal Steel sendiri digambarkan Dolle sebagai "kelompok bisnis di bawah rata-rata". Tak dinyana, hanya perlu lima bulan bagi perusahaan seperti ini untuk membeli paksa Arcelor yang menjadi simbol supremasi Eropa di industri baja dunia, tempat Dolle mencari makan selama ini.

Salah satu sukses besar Mittal yang pertama dan fenomenal adalah ketika ia mengakuisisi dan menyulap BUMN baja Trinidad-Tobago yang merugi menjadi perusahaan sehat dan sangat menguntungkan pada akhir tahun 1980-an.

Tahun 2004, ia mengakuisisi sebuah perusahaan baja AS, International Steel Group, dan menggabungkannya dengan dua perusahaan miliknya, Ispat International dan LMN Holdings, menjadi Mittal Steel yang bermarkas di Rotterdam. LMN Holdings sendiri sebelumnya sudah memiliki pijakan kuat di pasar AS, Kanada, Meksiko, Trinidad, Jerman, Perancis, Kazakhstan, Aljazair, Polandia, Romania, Ceko, Afrika Selatan, dan Indonesia.

Untuk semakin mengukuhkan dominasinya di pasar global, sejak Januari, Mittal mulai agresif mengincar Arcelor yang merupakan pesaing terdekatnya. Ambisi mengakuisisi Arcelor terbukti menjadi "pertarungan berdarah-darah" bagi Mittal.

Drama proses akuisisi yang berlangsung alot selama lima bulan menjadi berita terpanas media bisnis selama berbulan- bulan. Transaksi ini sekaligus menandai puncak pencapaian seorang Lakshmi Mittal, ketika akhirnya manajemen lama Arcelor dipaksa takluk di bawah tekanan para pemegang saham untuk menerima tawaran Mittal.

Tawaran terakhir 33,6 miliar dollar AS (membengkak dari tawaran awal 22,6 miliar dollar AS) yang diberikan Mittal jauh lebih menggiurkan dibandingkan dengan proposal merger dari Severstal, perusahaan baja dari Rusia, yang sebenarnya lebih disukai manajemen Arcelor.

Mimpi buruk

Harus diakui, proses hostile take over Mittal Steel terhadap Arcelor yang mengharu biru dan banyak diwarnai intrik, perang mulut, serta taktik kotor dari manajemen lama Arcelor untuk menghalangi masuknya Mittal semakin mencuatkan kontroversi menyangkut dirinya.

Sebagai pemilik sekaligus orang yang paling berperan dalam sukses akuisisi Arcelor, Mittal menjadi sosok yang paling banyak dipuji sekaligus dibenci. Di negeri asalnya, India, ia dianggap sebagai pahlawan. Tetapi bagi CEO Arcelor, Guy Dolle, Mittal hanya berarti satu, mimpi terburuk dalam hidupnya.

Akuisisi paksa oleh Mittal yang mengguncang separuh Eropa memang ibarat tamparan keras bukan saja bagi Dolle, tetapi juga bagi para politisi puncak sejumlah negara Eropa. Seperti halnya pertanian, sektor baja merupakan sektor yang sangat politis dan paling diproteksi di Eropa.

Langkah Mittal yang langsung mengumumkan penawaran tanpa melakukan pendekatan dulu ke manajemen, yang dilihat sebagai upaya India yang masih ingusan untuk menggusur Eropa yang sudah mapan, bagi kebanyakan orang Eropa dianggap kasar dan tidak tahu diri.

Menteri Keuangan Perancis Thierry Breton menuduh Mittal ada masalah grammar (tak tahu unggah-ungguh). Sementara PM Luksemburg Jean-Claude Juncker berpendapat penawaran paksa oleh Mittal Steel pantas ditanggapi secara sama tidak bersahabatnya.

Untuk menghalangi akuisisi oleh Mittal, Pemerintah Luksemburg sebagai pemegang saham terbesar Arcelor—pemegang saham lainnya antara lain Pemerintah Perancis—sampai mengeluarkan aturan khusus yang memberi wewenang manajemen menolak hostile take over tanpa perlu minta pendapat lebih dulu kepada para pemegang saham.

Serunya, meski berkeberatan, pemerintah negara-negara Eropa nyaris tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah akuisisi paksa oleh "anak kemarin sore dari India" ini karena 85 persen saham Arcelor diperdagangkan bebas di pasar saham.

Selain karena alasan Lakshmi Mittal "tak cukup Eropa" meski sudah berpuluh tahun tinggal di Inggris, Mittal Steel juga dianggap perusahaan keluarga karena kepemilikan keluarga 88 persen dan hanya 12 persen sahamnya diperdagangkan di pasar saham sehingga soal governance sangat dipertanyakan.

Meski dikeroyok ramai-ramai, Mittal dengan dukungan para pemegang saham yang semula mendukung Dolle berhasil menuntaskan transaksi akuisisi terbesar dalam sejarah itu.

Di India, drama yang mendapat liputan besar dari detik ke detik di tengah demam Piala Dunia, yang juga menjangkiti India, disambut dengan kebanggaan seakan tim nasional negara itu masuk ke final Piala Dunia. Mittal, yang tidak pernah sesen pun investasi di India sebelumnya, tiba-tiba dipandang bak pahlawan nasional.

Menteri Keuangan India Palaniappan Chidambaram menyebutnya sebagai pencapaian besar seorang warga asal India. Presiden Konfederensi Industri India R Seshasayee mengatakan Mittal telah menorehkan benchmark baru di dunia yang semakin mengglobal, dengan "menaikkan panji-panji kekuatan dunia usaha India di forum global".

Bagi negara-negara dunia ketiga, sukses Mittal mengakuisisi Arcelor sekaligus menandai mulai runtuhnya hegemoni dunia Barat. Secara perlahan dan pasti, kemapanan dan dominasi negara-negara maju tergusur oleh kekuatan ekonomi baru seperti China dan India yang tidak lagi bisa dibendung.(Kompas)

Cinta Dimulai Dari Hidung?  

Posted by Romy in

Sebuah film berjudul Coklat menceritakan sebuah cinta dimulai dari kemampuan memasak coklat nan lezat. Itu berarti, cinta dimulai lidah pengecap alias dari rasa turun ke hati. Tapi, percayakah Anda jika ternyata cinta dimulai dari bau?

Yang jelas, hal ini tak ada hubungannya dengan parfum mahal yang dijual di pasaran. Apalagi, yang kemudian diiklankan dengan visualisasi setelah memakai parfum akan lebih banyak digandrungi lawan jenis.

Cinta dimulai dari penciuman ini dikaji secara ilmiah oleh seorang dokter bernama Dr. Laura Berman dari Chicago, Amerika Serikat. Ia menyebutkan bahwa manusia memiliki syaraf halus yang mempengaruhi indera penciuman. Syaraf inilah yang kemudian mengirimkan pesan ke bagian otak untuk mengatur hasrat seksual hingga akan menimbulkan rasa suka pada pasangan.

Uniknya, yang diungkap dalam penelitian ini bukanlah yang dipahami oleh banyak orang selama ini. Yakni, ternyata yang ditangkap oleh syaraf tersebut bukan sembarang aroma. Jadi, yang akan merangsang syaraf hanyalah bau khas yang sudah dimiliki seseorang, dan bukannya yang berasal dari wewangian apapun. Jadi, saat syaraf mengidentifikasi bau yang dirasa punya kecocokan, maka akan menimbulkan ketertarikan.

Karena itu, biasanya seseorang akan menyukai aroma yang biasa ia cium. Misalnya aroma yang serupa dengan aroma tubuhnya atau keluarga dekatnya. Jika aroma tubuh seseorang telah berubah, maka biasanya hubungan itu akan bermasalah, karena tidak lagi ada body chemistry yang sesuai antara keduanya.

Jadi, biarkan hidung Anda yang akan memandu kita pada cinta sejati.

KELINCI SIPENAKUT!  

Posted by Romy in

Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya.

Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul di tepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin mereka ngobrol, semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka.

Alangkah malangnya lahir menjadi seekor kelinci. Mau lebih kuat tidak punya tenaga, ingin terbang ke langit biru tidak punya sayap, setiap hari ketakutan melulu. Mau tidur nyenyak pun sulit karena terganggu oleh telinga panjang yang tajam pendengarannya sehingga matanya yang berwarna merah pun semakin lama semakin merah saja.

Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. Dari pada hidup menderita ketakutan terus, mereka berpikir lebih baik mati saja. Akhirnya mereka mengambil keputusan beramai-ramai hendak bunuh diri dengan melompat dari tepian tebing yang tinggi dan curam. Maka para kelinci terlihat berbondong-bondong menuju ke arah tebing.

Saat mereka melewati pinggir sungai, ada seekor katak yang terkejut melihat kedatangan kelinci yang berjumlah banyak. Tergesa-gesa si katak ketakutan dan segera meloncat ke sungai melarikan diri.

Walaupun si kelinci sering menjumpai katak yang melompat ketakutan saat melihat kelinci melintas, tetapi sebelum ini mereka tidak peduli. Berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba ada seekor kelinci yang tersadar dari kesedihannya dan langsung berteriak, "Hei, berhenti! Kita tidak usah ketakutan sampai perlu harus bunuh diri.

Karena lihat lah, ternyata ada hewan lain yang lebih tidak bernyali dibandingkan kita yakni si katak yang terbirit-birit saat melihat kita! Mendengar kata-kata itu, kelinci yang lain tiba-tiba pikiran dan hatinya terbuka, seoleh-oleh tumbuh tunas keberanian di hati mereka. Maka dengan riang gembira mereka mulai saling membesarkan diri masing-masing, "iya, kita tidak perlu ketakutan!". "Tuh kan, ada mahluk lain yang lebih pengecut dari kita", "Iya, kita harus semakin berani". Perlahan-lahan mereka berbalik arah kembali kearah pulang dengan riang gembira dan melupakan niatnya untuk bunuh diri.


Pembaca yang budiman,

Saat keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita, Jangan suka meratapi nasib yang dirundung malang seakan-akan hanya kitalah mahluk paling menderita di muka bumi ini. Lihatlah disekeliling kita. Masih begitu banyak orang yang lebih susah, sengsara dan sial dibandingkan kita. Jika mereka yang hidup dalam kekurangan tetapi mampu menjalaninya dengan tegar dan tetap berjuang, kenapa kita tidak?

Apapun keadaan kehidupan kita hari, seharusnya kita jalani dengan optimis dan aktif, nasib tidak akan dapat kita robah tanpa manusia itu sendiri yang siap merobahnya, Karena sesungguhnya ‘sukses adalah hak setiap orang' success is my right, bagi siapa saja yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh.(AW)

PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN  

Posted by Romy in

Tantangan begitu identik dengan kehidupan manusia. Pemanasan global adalah topik yang sedang hangat bila kita berbincang tentang tantangan. Sebelum betul-betul menjadi bencana besar bagi seluruh umat manusia, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah diselenggarakannya Konferensi UNFCCC di P. Bali, yang mendesak kesadaran masyarakat dunia untuk memelihara kelestarian alam, di antaranya tidak menggunduli hutan, bertanggung jawab terhadap pengolahan limbah, reboisasi, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya.

Tantangan yang tidak kalah berat di negeri kita adalah bencana alam, di antaranya banjir, gempa, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya. Banjir di Jakarta 1 Februari 2008 misalnya, itu sangat merepotkan, menyebabkan kerugian dan pemborosan besar-besaran, karena macet di mana-mana dan kegiatan ekonomi tentu juga terhambat. Banyak waktu terbuang sia-sia. Saya merupakan salah satu di antara ribuan warga Jakarta yang terperangkap di jalanan puluhan jam karena macet luar biasa.

Tantangan lainnya adalah gejolak ekonomi di seluruh belahan dunia, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang menggila. Masalah tersebut menimbulkan iklim bisnis yang suram di dunia termasuk di Indonesia. Kelesuan ekonomi mengancam kelangsungan usaha. Akibatnya, banyak perusahaan mengurangi produksi atau bahkan bangkrut, lalu mengurangi jumlah karyawan. Akibatnya persaingan kerja semakin tinggi, karena jumlah pengangguran semakin banyak sedangkan peluang kerja semakin sedikit.

Sementara itu BBM industri sudah naik per 1 Maret 2008. Sementara di tengah daya beli masyarakat yang menurun, harga kebutuhan pokok termasuk minyak goreng dan minyak tanah juga terus merangkak naik. Masalah ekonomi semakin menghimpit kehidupan masyarakat, selanjutnya memicu kriminalitas dan masalah sosial lainnya.

Saat sekarang bangsa Indonesia akan segera menyongsong perhelatan pemilihan presiden dan wakilnya tahun depan (2009). Situasi politik di Indonesia akan menghangat. Tentu saja kita berharap semoga proses menuju perhelatan akbar itu tidak diwarnai teror bom dan kerusuhan seperti di Pakistan dan Nigeria, agar tidak ikut menambah panjang tantangan yang harus kita hadapi.

Tantangan akan terus bermunculan di belahan dunia mana pun. Semakin hari tantangan tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan gejolak di dunia yang penuh ketidakpastian. Sehingga kita harus segera melakukan langkah-langkah konstruktif, sebab semakin lama tantangan yang harus kita hadapi bukan semakin mudah. Segera lakukan sesuatu agar tidak menjadi korban dari tantangan kehidupan melainkan menjadi pemenang karena berhasil melampaui tantangan tersebut dengan baik.

Langkah penting pertama yang harus segera kita lakukan menghapuskan kata frustrasi dalam kamus kehidupan. Jika Anda harus berhadapan dengan kegagalan atau kepedihan yang secara positif disebut dengan tantangan, maka luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi kesalahan yang mungkin Anda lakukan. Kemudian segeralah bangkit.

Boleh saja Anda berduka karena tantangan yang harus Anda hadapi. Tetapi, jangan membiarkan diri Anda terkalahkan olehnya. “If you are not committed to getting better at what you are doing, you are bound to get worse. – Jika Anda tidak berkomitmen untuk mengerjakan tanggung jawab Anda dengan lebih baik, maka Anda selamanya Anda akan terperangkap dan kian terpuruk,” kata Pat Riley dalam bukunya yang berjudul The Winner Within.

Petiklah manfaatnya dengan menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, meliputi memperbaiki pola pikir, sikap, meningkatkan kekuatan spiritual, etos kerja, kemampuan dan lain sebagainya. “Jangan berharap sesuatu yang lebih baik, berharaplah Anda yang lebih baik,” kata Jim Rohn. Bila hal itu Anda lakukan, maka dalam jangka waktu tertentu Anda akan mampu mengerjakan suatu pekerjaan atau peluang baru dengan lebih baik dan mental yang lebih kuat.

Setelah itu, segera manfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan. Sebuah pepatah mengatakan, “The future belongs to the competent. – Masa depan adalah milik mereka yang mempunyai keahlian lebih baik.” Orang-orang yang berilmu dan mempunyai keahlian lebih mampu menjelang masa depan gemilang. Karena di tengah badai tantangan sekalipun mereka dapat bersikap optimis dan kreatif.

Salah satu contoh sebut saja Roy Wibisono, seorang peneliti sekaligus pengusaha keramik di Semarang-Jawa Tengah. Di tengah impitan tekanan ekonomi seperti sekarang, usaha keramik yang ia tekuni justru makin berkibar. Daya kreativitasnya memanfaatkan lumpur Porong Lapindo dan pasir dari letusan Gunung Merapi menghasilkan karya keramik yang unik dan bernilai jual tinggi. Siapa yang mengira bahwa apa yang disebut sebagai bencana dapat menjadi sumber penghasilan yang prospektif di tangan Roy Wibisono dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas yang dimilikinya.

Sedangkan langkah lain yang harus Anda lakukan adalah mengontrol pengeluaran. Sebesar apa pun penghasilan Anda tidak akan pernah cukup jika Anda bergaya hidup konsumtif. Ciptakan kesadaran untuk tidak berutang. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk komsumtif.

Sebaliknya, belajarlah menabung dan investasi. Sisakan minimal 20 persen dari total pendapatan setiap bulan. Kemudian tingkatkan terus jumlah tabungan dan investasi Anda karena tindakan tersebut dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Selain merencanakan keuangan untuk hari depan, pikirkan pula perlindungan terhadap kesehatan. Sisihkan sebagian kecil dari uang Anda untuk menjamin semua biaya pengobatan di kemudian hari. Dengan cara demikian Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat besar di masa depan dan hidup lebih nyaman di hari tua.

Hidup bersahaja adalah pilihan yang sangat bijaksana di tengah harga semua kebutuhan pokok semakin mahal. Hidup lebih sehat meskipun Anda tetap mempertahankan pola kesederhanaan. Selain mengurangi pengeluaran, hidup bersahaja sangat efektif untuk menjaga harta dan keselamatan Anda, karena tidak akan menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat memicu tindak kriminal.

Secara garis besar, kunci keberhasilan menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat adalah bersikap optimis, atau memupuk ketahanan mental. Kalau dalam peribahasa Tionghoa dikatakan, “Nian nian nan guo, nian nian guo.” Artinya, kehidupan setiap tahun akan semakin sulit, tetapi dengan ketabahan semua tantangan itu akan dapat dilalui dengan baik.

Sementara di tengah tantangan itu kita juga harus bertindak lebih bijaksana dan berhati-hati. Perhitungkan segala tindakan hanya untuk mencapai manfaat hingga jangka panjang. “You must have long term goals to keep you from being frustrated by short term failures. – Kamu harus punya tujuan jangka panjang untuk menghindarkan dirimu dari frustasi terhadap kegagalan jangka pendek,” kata Charles Sherwood Noble (1873-1957), seorang mantan tuan tanah yang jatuh pailit tetapi berhasil bangkit dan membangun kesuksesan kembali 1 tahun kemudian.[aho]

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di: www.andrewho-uol.com.

Jati Diri  

Posted by Romy in

Mari kita telaah frase �jati diri�. Sinonimnya adalah identitas diri. Namun, saya ingin pelesetkan sedikit menjadi �jati� plus �diri�. Anda tahu pohon jati? Beberapa dekade lalu, kayunya sering digunakan sebagai bahan untuk perabotan rumah tangga, seperti lemari dan meja serta kursi. Sekarang sudah semakin langka di alam karena penggunaan yang eksesif. Sungguh sayang.

Mari kita mempermasalahkan soal konservasi pohon jati, namun kita kembali ke istilah yang kita pelesetkan itu. Identitas diri = jati + diri.

Oke, kita semua tahu bahwa �diri� berarti diri kita sendiri, sedangkan �jati� (bayangkan kayu jati) adalah contoh dari keteguhan dan kemampuan alias fleksibilitas untuk membentuk diri. Dari sepotong kayu yang keras, ia mampu bermetamorfosa menjadi perabotan rumah tangga yang berkualitas tinggi.

Idealnya, �jati diri� kita pun demikian. Kita tetap tidak kehilangan kepribadian sebagai �jati� namun selalu siap untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Tentu saja, tetap dikenal sebagai �jati�. Kita perlu tetap dikenal sebagai diri kita sendiri. Jadi, jika nama Anda adalah Budi, Anda tetaplah seorang Budi, namun mempunyai ketrampilan dan kelebihan yang selalu bertambah dan selalu berubah dari satu kualitas menjadi kualitas yang lebih baik.

Sebagai manusia pembelajar, kita selalu berubah. Semakin banyak belajar, tambah banyak informasi yang diserap, dan semakin mampu menghubung-hubungkannya sehingga menjadi tambah berarti dalam suatu kerangka berpikir yang semakin matang pula. Tidak ada yang konstan di dunia ini, kecuali bahan dasar dari suatu substansi. Sebagai manusia, kita terdiri dari fisik, psikis, dan emosi. Ketiga hal ini merupakan bahan dasar alias substansi kita.

Bagaimana cara mempertahankan �kejatian� kita namun selalu siap menerima perubahan dan bahkan ikut berubah sesuai dengan tuntutan zaman?

Pertama, selalu camkan di dalam hati bahwa saya adalah saya, bagaimana pun keadaan fisik, psikis, emosi, dan finansial saya, saya tetaplah saya. Saya tidak akan menjadi merasa berkekurangan di tengah-tengah kebingungan dan keraguan. Saya punya sahabat setia yaitu saya sendiri. Saya cukup dengan apa yang saya miliki, namun saya membuka hati dan pikiran untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin.

Kedua, saya siap menghadapi tantangan dengan hati yang lapang. Tidak ada rasa ragu dan takut. Toh, apa pun terjadi, I am who I am and what I am. Tidak akan ada perubahan soal siapa saya dan seperti apa identitas alias �jati diri� saya.

Ketiga, saya sadar bahwa untuk bisa bertahan hidup di tengah-tengah perubahan, saya perlu mengikuti perubahan di lingkungan internal (hati dan pikiran) serta eksternal (pekerjaan dan proses pembentukan diri). Untuk itu, saya siap untuk selalu berkembang sepanjang yang diperlukan. Tidak ada yang konstan di dunia dan saya menerima ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari diri saya.

Siap?
(JSB)

TULISAN DIATAS PASIR  

Posted by Romy in

Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: "Hari ini temanku telah memukul aku !!!"

Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya ...dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang. "Aduh.... Tolong....Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, "Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu." Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon. "Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang."

Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, "Terima kasih, sobat!" Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, "Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku."

Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan, "Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?" Anak yang di pukul itu menjawab sabar, "Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.�

�Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat."

Pembaca yang budiman,

�Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.

Memang benar.... bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia.

Sebaliknya... tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang selamanya.�(AW)

PESAN IBU  

Posted by Romy in

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya."

"Nggak, Dik. Saya lapar mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda, sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak, Dik. Saya sudah kenyang."

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa buat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukan ke kantong pun dibukanya kembali. Lalu, dikeluarkan dua lembar ribuan dan si pemuda menyodorkan kepada si anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati si anak itu menerima uangnya dan bergegas keluar restoran. Lalu, ia memberikan uang itu kepada pengemis di depan restoran. Merasa heran dan sedikit tersinggung, si pemuda menegur si anak penjual kue, "Hai, Adik Kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang? Kenapa setelah uang ada di tanganmu malah kamu berikan ke orang lain?"

"Om, jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh Ibu saya sendiri dan Ibu pasti akan sedih dan marah jika saya menerima uang dari Om bukan dari hasil menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu pasti akan senang sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Pembaca yang budiman.
Dari hasil didikan seorang ibu yang luar biasa, lahirlah anak yang hebat! Walaupun mereka miskin harta tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia!(AW)

CINTA ITU TAK PERNAH SALAH  

Posted by Romy in

Love is infalliable, it has no errors, for all the errors are the want of love.
Cinta tidak pernah keliru, tidak pernah salah, karena semua kesalahan yang terjadi adalah karena menginginkan cinta.
~ William Law
Awalnya, ketika seorang pria benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita, dunia terasa indah. Hidup jadi lebih bersemangat dan penuh arti. Apa saja tentang wanita tersebut pasti akan menarik perhatiannya. Setiap kali bertemu, hati bergetar dan jantung pun berdebar. Kemudian, ketika pria menyatakan cinta dan wanita menerima, mereka pun sepakat untuk pacaran. Masa pacaran adalah masa yang paling indah karena memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih mendalam.
Ketika pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengucapkan janji setia; dalam suka maupun duka, ketika sehat ataupun sakit, di saat senang ataupun susah�kata-kata tersebut pastilah keluar dari lubuk hati yang terdalam. Artinya, pasangan tersebut telah bersepakat untuk memulai hidup baru bersama dengan modal utama adalah cinta yang mereka miliki. Cinta yang dipercaya akan menjadi perekat hati mereka untuk selama-lamanya sampai maut datang memisahkan.

Akan tetapi, yang sering kita jumpai adalah cinta menjadi luntur hanya setelah beberapa tahun menikah. Bahkan, ada yang di saat pernikahan baru berjalan beberapa bulan atau bahkan ada yang dalam hitungan minggu saja. Mengapa ini bisa terjadi?

Kita semua tahu bahwa di saat pacaran, cinta itu selalu ada karena adanya rasa penasaran yang menyebabkan letupan-letupan kecil di dalam hati. Ketika akan bertemu, pria mungkin bertanya-tanya dalam hati, Apa yang akan saya katakan kepadanya jika dia keluar menyambut kedatangan saya Ketika pasangannya marah, pria selalu tertantang untuk memenangkan hatinya kembali. Segalanya terasa indah sampai ketika pasangan memasuki fase yang namanya perkawinan.

Setelah resmi menikah dan tinggal di bawah satu atap, di sinilah masalah berawal. Tanpa disadari, kita mulai terbelenggu dengan apa yang disebut rutinitas dan ditambah lagi dengan kehadiran anak dalam keluarga. Wanita yang bekerja di luar rumah dan juga harus menjalankan perannya sebagai seorang ibu pasti memiliki beban yang lebih berat dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja.

Akibatnya, tanpa disadari, ketika anak dan pekerjaan menjadi prioritas utama, wanita hampir tidak mempunyai waktu luang untuk memadu kasih dengan pria yang menjadi pasangan hidupnya. Kasih itu bagaikan tanaman yang membutuhkan pupuk untuk menjadi besar dan subur. Pupuk yang utama dalam agar cinta dan kasih dapat tumbuh subur adalah komunikasi.

Kurangnya komunikasi membuat bagi pasangan suami istri sulit untuk mengungkapkan perasaaan satu sama lain. Ketika ini terjadi, yang sering ada adalah wanita menjadi lebih sensitif, gampang marah, dan sering menyalahkan pria karena merasa tidak dimengerti dan diperhatikan. Pria yang juga merasakan bahwa dia pun memiliki kebutuhan emosional yang harus dipenuhi, biasanya lebih memilih diam dan menyimpannya di dalam hati daripada harus ribut.

Apa boleh buat, inilah salah satu konsekuensi berumah tangga yang harus saya pikul, begitulah biasanya yang ada di pikiran laki-laki.
Saya tidak mungkin meninggalkan istri saya karena saya tidak mau kehilangan anak-anak.

Akhirnya, perlahan tapi pasti, hidup bekeluarga terasa monoton dan membosankan. Hubungan suami-istri menjadi hambar dan kering sehingga hidup serasa hanya untuk memenuhi sebuah kewajiban saja.

Hal ini terus berjalan sampai suatu hari, ketika pria tersebut jatuh cinta lagi kepada wanita lain...

I slept and dreamed that life was beauty, I woke and found that life was duty. Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup itu indah. Saya terjaga dan menemukan bahwa hidup itu adalah kewajiban.
~ Nono Sarwono, DTM

Apa yang Membuat Pria Jatuh Cinta Lagi kepada Wanita Lain?
Ketika ditanya, apa yang biasanya membuat pria tertarik atau jatuh cinta lagi kepada wanita lain, beginilah kira-kira jawabannya:

Saya suka senyumannya yang manis.

Saya merasa nyambung ketika berbicara dengannya.

Ketika bersamanya, saya menemukan kembali sesuatu yang hilang dalam hidup saya selama ini.

Akhirnya, saya menemukan wanita yang saya idam-idamkan selama ini.

Dia begitu sempurna.

Dia sangat pintar.

Dia berasal dari keluarga terpandang.

Dia cantik luar dalam.

Dia sangat perhatian dan mau mengerti kekuranganku.

Saya tidak tahu kenapa saya bisa jatuh cinta kepadanya.

Dia memiliki daya tarik seksual yang tinggi.

Dia membuat hidup saya menjadi berarti.

Ini cerita tentang seorang pria asing yang berumur 32 tahun dan telah menikah selama 8 tahun. Istrinya memiliki kedudukan yang tinggi di perusahaan tempatnya bekerja dan sangat sibuk. Ketika WIL-nya (wanita idaman lain), seorang gadis berumur 20 tahun bertanya apakah dia masih mencintai istrinya, dia pun menjawab dengan singkat:

I loved her with d (dibaca di-pen).

Maksudnya adalah, Saya mencintainya, tapi sekarang tidak lagi (dalam Bahasa Inggris, untuk melukiskan kejadian yang sudah berlalu, banyak kata kerja diberi imbuhan d atau ed).

Pria tersebut sampai ingin mendapatkan pekerjaan di Jakarta agar dapat selalu dekat dengan WIL-nya. Dia ingin sekali menceraikan istrinya dan menikahi wanita idamannya. Walaupun wanita tersebut menikmati hubungannya dengan pria asing yang telah berkeluarga, tetapi dia tidak mau dinikahi karena tidak ingin menghancurkan kehidupan rumah tangga wanita lain. Mereka pun akhirnya berpisah dan hubungan tersebut meninggalkan banyak kenangan yang terindah.

Jadi, belajar dari kata-kata yang diucapkan pria ketika mereka jatuh cinta lagi, kita dapat menduga bahwa ada hal-hal yang dulu membuat dia jatuh cinta kepada istrinya, yang kini telah hilang. Hubungan yang dibiarkan apa adanya akhirnya akan mengikis rasa cinta yang dulunya ada. Dan, ketika cinta itu telah hilang, ia akan dengan mudah digantikan oleh cinta yang lain. Cinta memang tidak pernah keliru ataupun salah. Mungkin, yang salah adalah perasaan yang menginginkan rasa cinta itu.[vin]

PERCIKAN API  

Posted by Romy in

Dikisahkan seorang pemuda miskin, demi memenuhi panggilan kerja yang mendesak dan sesegera mungkin, dia harus menempuh perjalanan cukup jauh ke luar kota. Dia tahu, mobil tua yang dimiliki sebenarnya tidak layak digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi keadaan memaksa, sehingga akhirnya diputuskan tetap berangkat dengan mobil tua tersebut.

Di tengah perjalanan yang sepi, senja berselimut kegelapan tiba diiringi hujan yang turun dengan deras. Tiba-tiba yang dikuatirkan terjadi juga, setelah beberapa kali terbatuk-batuk, mesin mobil akhirnya mati. Segala usaha yang serba terbatas telah dilakukan, tetapi sia-sia belaka, mobil tetap diam. Dikelilingi kegelapan malam, hujan dan badai terasa semakin tidak bersahabat. Selama beberapa jam tidak ada mobil yang melintas, si pemuda hanya bisa duduk termenung di dalam mobil meratapi nasibnya.

Tiba-tiba... sekilas terlihat melalui kaca spion, sorotan lampu mobil mendekat dan berhenti di belakang mobil si pemuda. Diselimuti perasaan takut tetapi lebih pada rasa gembira, si pemuda melihat pengendara mobil turun mendatangi jendela mobilnya. Karena cuaca sangat gelap, hampir-hampir wajah si pengendara tidak terlihat dengan jelas.

"Mesin mobil saya mati!" serunya sambil menurunkan kaca jendela mobil. Kemudian orang yang tidak dikenal itu melangkah ke depan mobil dan membuka tutup mesin, mengulurkan tangannya dan entah apa yang dilakukan, tidak lama kemudian dia memberi isyarat agar memutar kunci kontak. Alangkah terkejut dan mengherankan, mesin mobil hidup!

Masih dengan rasa keheranan, si pemuda berseru, "Saya tadinya kuatir, jangan-jangan mobil saya mogok untuk terakhir kalinya." Orang tidak dikenal itu pun menjawab dengan tegas, "Setiap mobil paling sedikit akan hidup sekali lagi bila diberi perhatian yang semestinya." Tiba-tiba angin mereda, hujan berubah rintik-rintik.

Orang asing itu melanjutkankan perkataannya: "Prinsip yang sama juga berlaku bagi manusia. Selama masih ada sedikit percikan api, belum terlambat bagi seorang manusia untuk membuat awal yang baru."

Si pemuda tergesa-gesa mengucapkan banyak terima kasih dan segera meneruskan sisa perjalanannya dan tiba di tempat yang dituju dengan selamat.

Para pembaca yang bahagia. Memang, begitu penting sebuah percikan api untuk bisa menghidupkan mobil, demikian pula di dalam kehidupan manusia, percikan api bisa diartikan sebagai semangat, hasrat, niat atau tekad.

Bagi setiap manusia, siapa pun dia, bagaimanapun keadaannya, selama masih mempunyai percikan api yang berbentuk TEKAD, maka tiada kata terlambat untuk memulai sebuah awal yang baru! Kebangkitan baru! Dan menciptakan kesuksesan baru!(AW)

AYAHKU TUKANG BATU  

Posted by Romy in

Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. "Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor," katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.

Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. "Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu," keluhnya dalam hati.

Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.

Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, "Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini."

Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, "Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu."

Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, "Maafkan putri, Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah." Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.

Pembaca yang budiman,

Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.

Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.

Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.

Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian!(AW)

DAUN DIMUSIM GUGUR  

Posted by Romy in

Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman dikotori dengan ranting dan daun.

"Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja terlalu keras setiap hari?" sambil masih memegang sapu, si anak sibuk memutar otak memikirkan cara yang jitu.

Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, "Selamat pagi Anakku, kenapa kamu melamun? Apa gerangan yang sedang kamu pikirkan?"
"Eh, selamat pagi Paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus melulu menyapu seperti sekarang ini."

Sambil tersenyum si paman menjawab, "Bagaimana kalau kamu coba menggoyangkan setiap pohon agar daunnya jatuh lebih banyak. Siapa tahu, dengan lebih banyak daun yang gugur, paling tidak besok daunnya tidak mengotori halaman dan kamu tidak perlu menyapu."
"Wah ide Paman hebat sekali!" segera dia berlari mendekat ke batang pohon dan menggoyang-goyangkan sekuat tenaga. Semua pohon diperlakukan sama, dengan harapan, setidaknya besok dia tidak perlu menyapu lagi. "Lumayan bisa istirahat satu hari tidak bekerja," katanya dalam hati dengan gembira.

Malam hari si anak pun tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, cepat-cepat dia berlari keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa saat melihat halaman yang kembali dipenuhi dengan rontokan daun-daun. Saat itu pula paman sedang ada di luar dan memperhatikan ulahnya sambil berkata, "Anakku, musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun kamu hari ini bekerja keras menyapu daun-daun yang rontok, esok hari akan tetap ada daun-daun yang rontok untuk di bersihkan. Kita tidak bisa merubah kondisi alam sesuai dengan kemauan kita. Daun yang harus rontok, tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Maka jangan kecewa karena harus bekerja setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang, setuju?" kata si paman memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu berarti.

"Setuju paman. Terima kasih atas pelajarannya," segera dia berlari menghampiri sapunya.

Pembaca yang budiman,
Kalau kita bekerja dengan suasana hati yang tidak gembira, maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan terasa berat dan mudah timbul perasaaan bosan.

Pepatah mandarin mengatakan:

Jin tian de shi qing jin tian zuo, Ming tian hai you xin gong zuo.
Selesaikan pekerjaaan hari ini dengan baik, besok masih ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan.

Kalau kita telah mampu menikmati setiap pekerjaan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, maka setiap hari pasti menjadi hari kerja yang membahagiakan dan setiap besok menjadi harapan yang menggairahkan, sehingga kita boleh dengan bangga mengatakan bahwa bekerja adalah ibadah...(AW)

MENYIKAPI ERA DAN KEBUTUHAN INFORMASI  

Posted by Romy in

We are drowning in information and starved for knowledge. � Kita tenggelam dalam informasi dan haus akan ilmu pengetahuan,�
~ Anonymous

Di zaman yang penuh gerak ini, perubahan dapat terjadi dalam waktu sangat cepat. Informasi menjadi sesuatu yang sangat penting. Tanpa informasi, berupa data, info atau pengetahuan dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, maka kita akan kesulitan menentukan keputusan paling tepat. �As a rule, he or she who has the most information will have the greatest success in life. � Sudah menjadi aturan main, siapapun yang mempunyai informasi terbanyak akan mencapai kesuksesan besar dalam hidupnya,� kata Benjamin Disraeli.

Karena itu informasi terus diburu sebagai upaya menciptakan solusi. Saya pun selalu berusaha mendapatkan informasi terbaru dalam hampir setiap aktivitas yang saya lakukan. Contohnya dalam aktivitas berolah raga di atas treadmill di sebuah pusat kebugaran. Saat itu di depan saya terpampang 10 buah televisi yang menyiarkan program tayangan dari 6 channel televisi Indonesia. Selama ini saya memperhatikan tayangan televisi lokal kurang berkualitas. Saya sangat prihatin karena mayoritas tayangan-tayangan tersebut tidak bersifat mendidik, tidak memberikan inspirasi yang mencerahkan paradigma berpikir dan berperilaku.

Contohnya banyak sekali tayangan sinetron yang tidak layak untuk dikonsumsi terus menerus, karena sering menampilkan konflik, kekerasan dan gaya hidup serba mewah dan lain sebagainya yang tidak bersifat menyejukkan dan memotivasi. Jelas tayangan-tayangan tersebut tak hanya dikonsumsi orang dewasa, melainkan anak-anak dan remaja. Lalu bagaimana dengan nasib generasi muda kita?

Sebuah pepatah bijak menyebutkan, �Dari kondisi lalu lintas di ibu kota sesuatu negara dan program televisinya, maka kita sudah dapat menerka bagaimana masa depan bangsanya.� Keprihatinan saya muncul karena masa remaja adalah periode yang sangat penuh dengan gejolak dan tidak memiliki konsep diri yang kuat. Informasi dari tayangan-tayangan yang tidak bermutu dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar mereka. Lambat laun sistem kepercayaan dan nilai hidup mereka dapat terpolusi, menjadi rapuh dan tidak kreatif.

Padahal banyak sekali informasi positif yang dapat digunakan untuk membangun kualitas mental kita dan para generasi muda di era informasi yang serba cepat ini. Contohnya menonjolkan tayangan-tayangan yang menampilkan keharmonisan, kekeluargaan, semangat, maupun menampilkan kisah nyata bagaimana para anak bangsa itu mempersiapkan diri hingga berhasil berprestasi di bidang tertentu. Saya kira tayangan-tayangan seperti itu lebih menarik dibandingkan prestasi tokoh fiktif di sinetron.

Menyikapi hal itu, alangkah baiknya jika kita bersikap lebih selektif dalam memilih informasi. �The most successful people in life are generally those who have the best information. � Orang-orang yang sukses umumnya adalah mereka yang mempunyai informasi terbaik,� kata Benjamin Disraeli. Jangan menelan semua informasi secara mentah-mentah. Pilihlah informasi dari media cetak maupun elektronik yang betul-betul bermanfaat bagi kita untuk meningkatkan keunggulan.

Keunggulan adalah modal keberhasilan kita. Seiring pertambahan manusia dan berinovasi yang terus menerus, maka persaingan akan semakin ketat. Jika kita tidak terus menerus mengembangkan bidang keunggulan yang kita miliki, maka kita akan tergilas oleh perubahan yang serba cepat dalam era informasi itu sendiri.

Menyikapi informasi yang sangat bebas bergerak di dunia cetak maupun elektronik, sebagai orang tua kita harus berusaha menciptakan hubungan yang dekat bersama anak-anak. Hanya dengan kedekatan dengan anak-anak yang akan membantu kita untuk mengarahkan mereka menyikapi berbagai informasi yang ada secara lebih jernih atau mengarahkan mereka mendapatkan informasi paling tepat sesuai dengan kebutuhan.

Secara garis besar saya ingin menyimpulkan agar kita lebih berhati-hati atau selektif dalam memilih informasi betapapun kita sangat membutuhkannya. �In your thirst for knowledge, be sure not to drown in all the information � Dalam hasratmu yang begitu besar untuk menguasai ilmu pengetahuan, pastikan untuk tidak tenggelam dalam semua informasi yang ada,� kata Anthony J. D'Angelo. Pilihlah informasi hanya yang bermanfaat untuk meningkatkan keunggulan kita. Jika mayoritas masyarakat sudah sangat selektif dan menghendaki perubahan, tentu kualitas tayangan atau informasi yang ada sekarang ini akan ikut berubah. Bukankah masyarakat pada dasarnya adalah juri yang sangat menentukan?[aho]

MENGEJAR IMPIAN  

Posted by Romy in

�When the legends die, the dreams end; there is no more greatness. � Ketika legenda sudah mati, tentu impian-impian itu juga sudah berakhir; tak akan ada lagi kejayaan.�
~ Tecumseh of the Shawnees

Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang kaya dan terkenal dan lain sebagainya.

Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda sendiri.

Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.

Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih baik dalam berbagai hal.

Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.

Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya bergelimang kesuksesan.

Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan. Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di Malaysia. �Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru,� katanya.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk menjemput impian tersebut.

Tindakan yang saya maksud adalah melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri pada tujuan. Jika tidak dapat melakukan tindakan secara lebih cepat, Anda dapat memulainya secara perlahan. Tetapi pastikan Anda selalu melakukan sesuatu untuk tiba pada impian itu.

Belajar dari salah seorang teman saya yang bermimpi suaminya kelak adalah pria yang sukses dalam karir dan mencintai dirinya sepenuh hati. Oleh sebab itu ia sangat berhati-hati memilih teman dekatnya. Sampai-sampai mayoritas teman-teman dan kerabatnya pesimis, karena di usia sudah memasuki 30 tahun ia belum menemukan pendamping.

Tetapi kemauannya begitu kuat dan tidak pernah putus asa mencari sekaligus menunggu. Di usia 35 tahun barulah ia berhasil menemukan pria yang dia impikan. Meskipun agak terlambat, tetapi ia berhasil mendapatkan apa yang sangat ia dambakan. Bahkan sekarang kebahagiaannya semakin lengkap setelah dikaruniai seorang anak lelaki.

Selain tindakan, untuk sampai kepada impian juga butuh sikap konsisten. Artinya Anda siap menghadapi tantangan dalam proses pencapaian impian, sekalipun Anda harus keluar dari zona nyaman. �In Dreams Begin Responsibilities. Tanggung jawab bermula dari sebuah impian,� kata Delmore Schwartz. Sekali Anda bersikap konsisten, maka Anda akan selalu menemukan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan hingga tiba pada tujuan.

Seperti teman saya lainnya sebut saja Desi, meskipun baru berusia 30 tahun ia mempunyai karir sangat cemerlang dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi ia masih mempunyai impian untuk menyelesaikan pendidikan sarjana yang tertunda sejak 7 tahun yang lalu.

Demi mengejar impian tersebut ia tidak segan keluar dari zona nyaman. Sebagaimana Jiminy Cricket menyatakan, �When your heart is in your dreams, no request is too extreme. � Ketika impian itu tertanam di hati Anda, tak kan ada yang terasa berat untuk dilakukan.� Oleh sebab itu, Desi justru menikmati aktivitasnya belajar di sebuah universitas swasta di Jakarta dua kali dalam satu minggu. Sesampainya di rumah ia juga masih menyempatkan diri untuk belajar. Motivasinya semata-mata hanya ingin mengejar impian yang tertunda, bukan sekedar mencari selembar ijasah atau tergiur posisi lebih strategis di kantor setelah mendapatkan gelar sarjana nanti.

Impian mungkin hanya merupakan khayalan belaka. Tetapi jika impian tersebut disertai dengan tindakan, sikap konsisten, dan kemauan untuk berjuang keras meskipun harus keluar dari zona nyaman ditambah dengan rasa syukur dan doa maka akan menjadikan diri kita lebih pintar, kreatif dan kehidupan kita lebih terarah. Jika Anda ingin meningkatkan produktivitas diri dan kualitas kehidupan, maka pastikan Anda mempunyai impian dan berusaha maksimal untuk mengejarnya.[aho]

Blog Advertising

Masukkan Code ini K1-31B412-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Hire Me Direct